Fundraising IWC for Ciliwung 2011

Dari Brisbane River Untuk Kali Ciliwung. Fundraising untuk Kali Ciliwung bersama UQISA dan IWC.   ...

Talkshow Research 2011

Talkshow Bersama Dr. Endang Sukara   Pada hari Rabu, 21 September 2011 kemarin, UQISA sebagai ...

Workshop Photography 2011

Workshop Fotografi Serba Kamera   Pada hari Sabtu, 10 September 2011, UQISA menghadirkan works...

Bazaar Ramadhan UQISA 2011

Lapar dan Homesick Terobati di Stall Bazaar Ramadhan UQISA   Dalam rangka memeriahkan suasana ...

  • Diskusi Budaya 27 Oktober 2011

    Friday, 21 October 2011 18:39
  • Fundraising IWC for Ciliwung 2011

    Saturday, 08 October 2011 16:48
  • Talkshow Research 2011

    Saturday, 08 October 2011 16:45
  • Workshop Photography 2011

    Saturday, 08 October 2011 16:44
  • Bazaar Ramadhan UQISA 2011

    Saturday, 08 October 2011 16:31

Berita Terbaru

Diskusi Budaya 27 Oktober 2011


promo_diskusi_budaya

 

 

Fundraising IWC for Ciliwung 2011

Dari Brisbane River Untuk Kali Ciliwung. Fundraising untuk Kali Ciliwung bersama UQISA dan IWC.

 


Jauh dari tanah air bukan berarti menyurutkan semangat kepedulian pemuda-pemudi bangsa untuk Indonesia. Bertepatan dengan World Rivers Day pada hari minggu 25 September yang lalu, University of Queensland Indonesian Student Association (UQISA) bekerja sama dengan International Water Centre (IWC) dalam melaksanakan acara fundraising bertajuk “Help Save The Ciliwung River Indonesia”. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Australia, terutama di wilayah Brisbane dan sekitarnya, terhadap kondisi Sungai Ciliwung yang cukup memprihatinkan.

Sebelum acara tersebut diselenggarakan, IWC telah membuka sumbangan online untuk restorasi sungai Ciliwung dan beberapa sungai lainnya. Sumbangan untuk Sungai Ciliwung sempat menduduki posisi teratas sebagai top fundraiser selama lebih dari seminggu di website International River Foundation. Fundraising untuk Sungai Ciliwung ini bermula ketika perwakilan dari IWC berkunjung ke Indonesia dan bertemu langsung dengan Kelompok Peduli Ciliwung (KPC) yang sedang membersihkan Sungai Ciliwung.

Acara yang diadakan di University of Queensland (UQ) itu berlangsung meriah dengan hadirnya Tim Saman dan Angklung yang memukau penonton baik dari Indonesia maupun penduduk lokal Brisbane. Lelang kain batik, tenun ikat, dan wayang kulit berhasil mengumpulkan AU$ 900.00, melengkapi dana online yang terkumpul sebelumnya. Total dana yang terkumpul adalah sekitar AU$ 1700.00 atau sekitar 15 juta rupiah. Melalui IWC, dana ini nantinya akan diberikan kepada KPC yang rutin membersihkan Sungai Ciliwung dan memberikan pendidikan pada penduduk sekitar Sungai Ciliwung tentang pentingnya merawat sungai tersebut.

Yang paling menarik dari kegiatan ini adalah banyaknya hal yang tersampaikan dalam satu waktu fundraising yang singkat. Dalam acara yang berlangsung kurang lebih 3 jam, UQISA berhasil menggalang dana belasan juta rupiah untuk Sungai Ciliwung, membangun citra kerja sama yang baik dengan IWC, memperkenalkan budaya Indonesia melalui penampilan Tari Saman, Angklung, dan lelang karya seni khas Indonesia, serta mempromosikan makanan Indonesia yang disediakan ketika makan siang.

Talkshow Research 2011

Talkshow Bersama Dr. Endang Sukara

 


Pada hari Rabu, 21 September 2011 kemarin, UQISA sebagai perkumpulan pelajar Indonesia di University of Queensland (UQ) menggelar acara Talk Show dengan tema “Riset dan hubungannya dengan pengambilan keputusan di Indonesia” yang bertempat di kampus UQ, Brisbane, Australia. Talk show kali ini menghadirkan Prof. DR. Endang Sukara, Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai pembicara utama. Beliau tercatat sebagai salah satu alumni UQ yang baru saja terpilih menjadi pemenang dalam kompetisi “Australian Alumni Award for Excellence in Research 2011” dan berkesempatan tampil secara khusus atas undangan UQ untuk menjadi pembicara pada seminar Research trends in Indonesia and an introduction to the Indonesian Institute of Science (LIPI). Hadir juga sebagai pembicara, Medrilzam (PhD candidate) yang juga sebagai birokrat di Bappenas dengan berbagai pengalaman dalam bidang penelitian di dunia birokrasi Indonesia. Pembicara ke 3 adalah Dr.Beben Benyamin, peneliti yang memilih tinggal di Australia dan berkiprah di dunia riset internasional, dan Vira Ramelan, PhD candidate, sebagai moderator.

Talk Show ini bertujuan untuk memberikan perspektif baru bagi para pelajar dan peneliti Indonesia khususnya yang sedang belajar di luar negeri untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai seluk-beluk riset Indonesia mulai dari birokrasi, aplikasi hasil riset, dan kaitannya dengan riset internasional. Dalam diskusi ini, selain dijelaskan sejarah perkembang dunia penelitian di Indonesia, juga dijelaskan peranan ilmu pengetahuan dan penelitian agar bisa menjadi bagian yang tidak terpisahkan, dan bahkan menjadi bagian terkuat dalam pengambilan keputusan. Prof. Sukara juga menekankan pentingnya pendekatan diagonal agar riset anak bangsa dapat diakui oleh pemerintah Indonesia sebagai mana halnya dunia internasional yang telah mengakui hak paten LIPI dengan jumlah rata-rata 50 penemuan baru tiap bulannya.

Pembicara lainnya, Medrilzam, menyebutkan kendala komunikasi antara ilmuwan, politikus serta pemerintah sebagai pengambil keputusan yang menyebabkan tidak diprioritaskannya ilmu pengetahuan sebagai sumber masukan pengambilan keputusan. Namun, Beben Benyamin tetap menyatakan rasa optimisnya terhadap dunia riset Indonesia dan menekankan pentingnya jaringan kerja (networking) bagi para peneliti dengan sektor-sektor lain. 

Pada sesi akhir diskusi, ketiga pembicara sepakat bahwa masih ada potensi besar para peneliti untuk berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Oleh karena itu diperlukan mengemas (packaging) hasil riset dalam bahasa yang lebih menarik dan dapat dengan mudah dimengerti oleh masyarakat di luar peneliti. Selain itu, selain itu diperlukan sinerji dan kerjasama yang kuat dari setiap elemen baik antara peneliti, pemerintah, akademik, lembaga politik dan swasta.

Presiden UQISA 2011-2012, Darmawan Atmoko, dalam sambutannya juga menyatakan harapannya agar diskusi tersebut dapat menggerakkan budaya yang kondusif dan agenda konkrit Persatuan Pelajar Indonesia Australia untuk menjadikan riset sebagai dasar pembuatan kebijakan jangka pendek, menengan dan panjang untuk masa yang akan datang.  Darmawan menutup sambutannya dengan menyerahkan abstrak pelajar Indonesia di UQ yang sedang melakukan penelitian sebagai simbol dari kontribusi anak bangsa untuk kemajuan Indonesia. Diskusi akademis yang pertama kali digelar sejak pergantian kepengurusan UQISA peridode 2011-2012 ini disambut hangat dan dihadiri oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari mahasiswa dari beberapa universitas di negara bagian Queensland dan kalangan non-mahasiswa.

 

Workshop Photography 2011

Workshop Fotografi Serba Kamera

 


Pada hari Sabtu, 10 September 2011, UQISA menghadirkan workshop fotografi bersama Andri Setiawan, pakar fotografi yang juga kandidat PhD di UQ. Workshop ini diikuti oleh mereka yang ingin memaksimalkan potensi kameranya, baik kamera DSLR, kamera saku, dan bahkan kamera smartphone.

Acara dimulai dengan pemaparan teori oleh Mas Andri yang menjelaskan istilah-istilah dalam fotografi seperti ISO, aperture, dan shutter speed. Setelah pemaparan teori, peserta workshop antusias menyampaikan pertanyaan yang spesifik mengenai kamera mereka. Karena beragamnya kamera yang digunakan peserta, sebuah materi bisa dibahas dari berbagai sudut pandang kamera yang berbeda dalam diskusi.

Setelah menikmati sajian makan siang nasi lemak dengan ayam goreng dan telur, peserta mulai hunting di sekitar UQ Lake. Mereka mempraktekan ilmu-ilmu yang sudah didapatkan di sesi pemaparan teori sebelumnya. Selain memotret pemandangan sekitar UQ Lake dan hewan-hewan liar yang berkeliaran di sekitarnya, Imam Santoso menjadi sukarelawan untuk  menjadi model. Dengan bantuan reflektor, peserta workshop mencoba-coba pengaturan kameranya untuk mendapatkan gambar terbaik dari modelnya. Setelah workshop selesai, peserta mendapatkan sertifikat khusus seminar fotografi perdana dari UQISA. Anda ingin mencoba juga? Nantikan workshop fotografi berikutnya!

Bazaar Ramadhan UQISA 2011

Lapar dan Homesick Terobati di Stall Bazaar Ramadhan UQISA

 


Dalam rangka memeriahkan suasana ramadhan, UQISA turut berpartisipasi dalam Ramadhan Bazaar yang diadakan oleh UQMSA (UQ Malaysian Student Association). Bazaar ini diadakan sore hari menjelang buka puasa pada hari Kamis, 25 Agustus 2011.

Stall bazaar UQISA menyediakan makanan-makanan khas Indonesia seperti Opor Ayam, Rendang, Siomay, Batagor, Ayam Bakar, Telur Balado, dan makanan ringan Rempeyek . Kolak Pisang dan Es Campur juga menemani makanan-makanan yang mengobati rindu Tanah Air mahasiswa rantau di UQ sore itu. Tak hanya mahasiswa Indonesia saja, mahasiswa mancanegara dan staff UQ mengunjungi stall bazaar UQISA sebelum waktu buka puasa tiba. Dan makanan khas Indonesia itu pun makin cepat habis ketika mendekati waktu buka puasa .

Yang menarik dari bazaar itu adalah manekin hidup yang memajang daftar menu makanan bazaar UQISA. Vito yang bertugas sebagai Kepala Divisi Olahraga, Seni, dan Budaya UQIS,A berdiri di samping jejeran makanan-makanan sambil menempelkan poster menu di dadanya. Banyak pengunjung yang bertanya-tanya tentang menu makanan dan memilih makanan dari poster Si Manekin Hidup Vito ini, tak jarang juga dari mereka yang tertawa geli dan bahkan minta foto bersama.

 

Page 1 of 5

«StartPrev12345NextEnd»